Industri Pariwisata Bali (Sumber: Bloomberg)
Pesantrends, Jakarta - Wakil Menteri
Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa destinasi wisata di Indonesia harus
terbebas dari praktik pungutan liar (pungli) menjelang periode libur panjang
Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kenyamanan
wisatawan sekaligus melindungi citra pariwisata nasional.
Penegasan tersebut disampaikan saat Ni Luh Puspa meninjau
kesiapan destinasi wisata di kawasan Anyer, tepatnya di Pantai Florida, Banten,
Jumat (13/3). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan pengelola
destinasi menghadapi lonjakan wisatawan selama masa libur.
“Tidak boleh ada juga kenaikan tarif yang berlebihan. Hal ini harus dipastikan agar masyarakat dan wisatawan benar-benar merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” kata Ni Luh Puspa, dikutip Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan praktik pungli masih kerap terjadi di
sejumlah destinasi wisata, terutama saat jumlah kunjungan meningkat pada musim
liburan. Praktik tersebut umumnya berupa kenaikan harga yang melebihi tarif
yang telah ditetapkan, baik pada tiket masuk, harga makanan dan minuman, maupun
biaya parkir.
Pemerintah memproyeksikan pergerakan wisatawan selama
momentum libur tahun ini mencapai sekitar 144 juta orang. Khusus di Provinsi
Banten, terutama kawasan Anyer, Carita, Sawarna, dan Tanjung Lesung, pemerintah
daerah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2 juta orang.
“Kita tahu bersama bahwa Banten dan kawasan Pantai Anyer
menjadi destinasi favorit bagi masyarakat, terutama yang berasal dari wilayah
Jabodetabek. Karena itu Kementerian Pariwisata melakukan visitasi ke Provinsi
Banten, khususnya Pantai Florida di sepanjang kawasan Pantai Anyer, untuk
memastikan kesiapan destinasi dalam menghadapi libur Lebaran dan Nyepi 2026,”
ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar didampingi Staf Ahli
Menteri Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo. Ia juga meminta keterlibatan
seluruh pihak terkait untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta memastikan
keamanan wisatawan agar tercipta pengalaman berwisata yang berkualitas.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata juga telah menerbitkan
surat edaran mengenai penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan
menyenangkan selama masa libur.
“Kami mengajak pengelola destinasi serta para pelaku
industri dan asosiasi pariwisata untuk bersama-sama mengawal dan mempersiapkan
diri agar libur Lebaran kali ini berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan,” kata
Ni Luh Puspa.
Selain keamanan dan kenyamanan, aspek keselamatan
wisatawan juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Wamenpar meninjau
kesiapan sarana dan prasarana di Pantai Florida, termasuk sistem tiket,
kebersihan toilet, ketersediaan air bersih, serta kesiapan personel Badan
Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang bertugas menjaga keselamatan wisatawan
di area pantai dan laut.
Ia juga mengapresiasi kesiapan pengelola Pantai Florida
yang dinilai telah memperhatikan berbagai aspek tersebut serta memastikan tidak
ada kenaikan harga bagi pengunjung selama masa libur.
“Kawasan pantai tentu menjadi perhatian serius, terlebih
dalam kondisi cuaca saat ini. Kami ingin memastikan seluruh aspek dipersiapkan
dengan baik dan mendapatkan perhatian ekstra. Mudah-mudahan liburan kali ini
dapat berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti
mengatakan pemerintah daerah bersama berbagai pihak telah menyiapkan program
siaga wisata untuk menyambut libur Nyepi dan Lebaran.
Saat ini terdapat 49 titik pemantauan yang setiap hari
melakukan pengawasan sekaligus melaporkan kondisi terkini di lapangan, termasuk
pemantauan cuaca, jumlah kunjungan wisatawan, serta potensi kejadian lainnya.
“Gubernur Banten juga telah mengeluarkan surat edaran
sesuai dengan instruksi Menteri Pariwisata. Kami telah mengimbau kepada
pemerintah kabupaten dan kota serta para pengelola destinasi untuk menjaga
keamanan, kenyamanan, dan kebersihan di lingkungan masing-masing destinasi
wisata,” kata Eli.
Sementara itu, Ketua Balawista Nasional Ade Erwin
menyampaikan bahwa pihaknya akan menurunkan 100 anggota Balawista
bersertifikasi serta 150 relawan untuk mengamankan destinasi wisata selama
periode libur Lebaran.
“Mereka akan ditempatkan di berbagai lokasi, termasuk di
pos-pos pemantauan yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten,” ujarnya.
Pantai Florida sendiri merupakan salah satu destinasi
wisata populer di kawasan Anyer dengan karakter pantai landai serta pemandangan
Selat Sunda berlatar Gunung Krakatau. Di kawasan tersebut wisatawan dapat
menikmati berbagai aktivitas wisata, mulai dari bermain air hingga bersantai
bersama keluarga.
Pengelola Pantai Florida sekaligus Ketua Paguyuban
Pariwisata Anyer–Cinangka, Fadil, mengatakan pihaknya telah melakukan
koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk memastikan
pengamanan kawasan wisata berjalan optimal.
“Kami memastikan akan menambah jumlah personel yang
bersiaga selama masa libur,” kata Fadil.
Ia juga menegaskan pengawasan terhadap praktik kenaikan
harga akan diperketat. Para penyedia jasa wisata air serta pedagang di kawasan
tersebut diminta memasang daftar harga secara jelas agar wisatawan memperoleh
informasi yang transparan.
“Tim kami juga akan berkeliling melakukan pengawasan.
Jika ditemukan ada yang melakukan getok harga, maka akan langsung dilakukan
pembinaan,” ujarnya.
Fadil berharap momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran
tahun ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali citra pariwisata
Anyer sebagai salah satu destinasi unggulan di Provinsi Banten.