| Trump Ancam Kembali Serang Iran, Targetkan Pembangkit Listrik (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber) |
Pesan News, Jakarta - Peta geopolitik global mendadak
bergeser drastis. Iran secara resmi mengumumkan kesepakatan gencatan senjata
selama dua pekan dengan Amerika Serikat (AS). Langkah besar ini menandai
dimulainya babak baru diplomasi panas yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad,
Pakistan, pada Jumat (10/4/2026) mendatang.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengonfirmasi
melalui platform X bahwa kedua belah pihak telah menyetujui penghentian
permusuhan di seluruh lini, termasuk konflik di Lebanon. "Berlaku
segera," tegas Sharif sembari mengundang delegasi kedua negara untuk
merumuskan kesepakatan akhir.
Klaim Kemenangan Trump dan 'Lampu Hijau' dari Teheran
Menariknya, Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal
positif melalui Truth Social. Trump mengklaim militer AS telah mencapai
seluruh target strategisnya dan kini saatnya beralih ke meja perundingan. Ia
mengakui bahwa 10 poin proposal yang diajukan Teheran merupakan fondasi
yang masuk akal untuk mengakhiri perselisihan panjang kedua negara.
Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi,
menegaskan posisi Teheran. "Jika agresi terhadap kami berhenti, maka
operasi defensif pasukan kami juga akan berakhir," ungkapnya.
10 Poin 'Harga Mati' Iran: Apa Saja Isinya?
Berdasarkan laporan dari Tasnim News Agency, berikut
adalah poin-poin krusial yang menjadi syarat utama Iran dalam proposal damai
tersebut:
- Jaminan
Non-Agresi: Komitmen prinsipil AS untuk tidak lagi menyerang Iran.
- Kedaulatan
Maritim: Iran tetap memegang kendali penuh atas navigasi di Selat
Hormuz.
- Hak
Nuklir: Pengakuan internasional atas hak Iran melakukan pengayaan
uranium.
- Pembersihan
Sanksi Utama: Penghapusan blokade ekonomi utama terhadap Iran.
- Pembersihan
Sanksi Sekunder: Pencabutan aturan yang melarang pihak ketiga
berbisnis dengan Iran.
- Enyahkan
Resolusi PBB: Penghentian seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB terkait
program Iran.
- Status
IAEA: Penghentian tekanan dan resolusi dari Badan Energi Atom
Internasional.
- Ganti
Rugi Perang: Tuntutan kompensasi finansial atas kerusakan yang dialami
Iran akibat konflik.
- Eksodus
Militer AS: Penarikan seluruh pasukan tempur Amerika dari wilayah
Timur Tengah.
- Damai
Total di Semua Lini: Penghentian perang secara menyeluruh, termasuk
perlindungan bagi kelompok "perlawanan Islam" di Lebanon.
Antara Optimisme dan Spekulasi
Meski pasar merespons positif dengan penguatan mata uang
Asia, dunia kini tertuju pada Islamabad. Pertanyaannya: Apakah AS benar-benar
akan memenuhi syarat penarikan pasukan dari Timur Tengah demi perdamaian
permanen, ataukah ini hanya jeda taktis sebelum ketegangan baru dimulai?
Dua minggu ke depan akan menjadi periode paling menentukan
bagi stabilitas ekonomi dan keamanan energi dunia di tahun 2026.