| Uang dolar AS dan rupiah ditunjukkan oleh pegawai bank |
Pesan News, Jakarta - Setelah terjebak dalam tren pelemahan selama empat hari berturut-turut, nilai tukar rupiah akhirnya mulai menghirup udara segar. Kabar mengejutkan mengenai gencatan senjata di Timur Tengah dan keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan serangan ke Iran menjadi katalis utama yang meredam amukan dolar AS pagi ini, Rabu (8/4/2026).
Di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), rupiah sempat
dibuka stagnan pada level Rp17.073/US$. Namun, optimisme global segera
merespons jaminan keamanan di Selat Hormuz. Rupiah pun bergerak menguat tipis
0,02% ke posisi Rp17.068/US$.
| Pergerakan mata uang kawasan Asia positif setelah informasi gencatan senjata disepakati selama dua pekan antara AS dan Iran. |
Minyak Dunia Longsor, Asia Berpesta
Keputusan politik Washington ini berdampak sistemik pada
pasar komoditas. Harga minyak mentah jenis Brent anjlok drastis 13,68% ke angka
US$94,32 per barel, sementara WTI terjun bebas hingga 19% ke level US$94,41
per barel.
Sentimen positif ini menyapu seluruh kawasan Asia. Mayoritas
mata uang tetangga terpantau melesat meninggalkan zona merah:
- Won
Korea Selatan: +1,51%
- Baht
Thailand: +1,15%
- Ringgit
Malaysia: +0,72%
- Yen
Jepang: +0,65%
- Dolar
Singapura: +0,49%
Menanti 'Kartu Truf' Bank Indonesia
Meski tekanan eksternal mereda, posisi rupiah belum
sepenuhnya aman. Fokus pasar kini beralih ke rilis data cadangan devisa (Cadev)
yang akan diumumkan Bank Indonesia hari ini. Data ini dianggap krusial untuk
mengukur seberapa banyak "darah" yang telah dikorbankan otoritas
moneter demi menstabilkan nilai tukar selama dua bulan terakhir.
Sebagai pengingat, pada akhir Februari lalu, Cadev RI sempat
menyusut US$2,7 miliar menjadi US$151,9 miliar. Angka ini masih
jauh dari rekor tertinggi Desember lalu yang sempat menyentuh US$156,5
miliar, namun masih dikategorikan dalam posisi yang kuat.
| Analisis Teknikal Rupiah Rabu 8 April 2026 (Sumber: Bloomberg) |
Proyeksi Teknikal: Menuju Level Psikologis Rp17.000?
Secara teknikal, peluang rebound bagi mata uang
Garuda kini terbuka meski dalam rentang yang terbatas. Berikut adalah
level-level kunci yang patut dicermati:
- Resistance
(Target Penguatan): Level terdekat berada di Rp17.060/US$. Jika
berhasil ditembus, terbuka jalan menuju Rp17.020/US$, bahkan
berpotensi kembali ke zona psikologis Rp17.000 hingga Rp16.900/US$.
- Support
(Batas Pelemahan): Jika tekanan domestik kembali memanas, waspadai
level Rp17.100/US$. Level pertahanan terkuat diprediksi tertahan di
Rp17.200/US$.